Menyesal
Hari mudaku
sudah pergi ,
Sekarang
petang datang membayang,
Batang
usiaku sudah tinggi.
Aku lalai
dihari pagi,
Betah lengah
dimasa muda,
Kini hidup
meracun hati ,
Miskin ilmu,
miskin harta.
Akh, apa
guna kusesalkan,
Menyesal tua
tiada berguna,
Hanya
menambah luka sukma,
Kepada yang
muda kuharapkan,
Atur barisan
di hari pagi,
Menuju
kearah padang bakti
Puisi diatas
adalah karya A. Hasjmi tentang penyesalan dihari tua. Meskipun dibuat ditahun
40-an tampaknya masih relevan untuk dimasa kini. Isinya mengisyaratkan menyesal
dihari tua akibat kesalahan mengelola waktu dan malas merencanakan hidup.
Saat
seseorang akan membangun rumah, biasanya akan memanggil seseorang arsitek untuk
membuat sejumlah perencanaan. Agar tidak menyesal dihari tua, rencanakanlah
hidup untuk satu tujuan: sukses dan sukses dunia dan akhirat.
Diantara
strategi merencanakan kesuksesan hidup, dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu :
A. Usia 17-29 tahun, untuk membagun
pondasi.
B. Usia 30-39 tahun, untuk melejitkan
karier. Pada masa ini diibaratkan menuju puncak gunung yang licin dan mendaki.
Namun dengan pondasi yang kuat, pendakian dapat dilalui.
C. 40 tahun ke atas, untuk membina. Pada
masa ini digunakan untuk menunjukkan kepada yang muda bahwa pilihan karier kita
sangat baik. Dan generasi mudapun bisa meraih apa yang telah kita raih.
Tanpa
rencana yang baik, jelas dan terarah, masa depan menjadi tidak jelas. Sebagai
contoh, seorang yang pindah-pindah pekerjaan tanpa arah, disaat berusia 30
tahun masih sibuk berkutat mencari yang terbaik. Bahkan diusia separuh baya,
masih membangun karier hal ini disebabkan tidak fokus membina diri dan
merencanakan masa depan dengan baik. Padahal lowongan pekerjaan hampir semua
dibawah umur 30 tahun.
Diatara
kiat-kiat dalam membuat rencananya diantaranya adalah :
a. Pilihan strategi keluar terlebih
dahulu
Jika ada pertanyaan “Apa yang pertama-tama harus dibuat dalam
merencanakan pekerjaan?” maka harus diperhatikan terlebih dahulu, “kemana ingin
pergi?” atau jika ada pertanyaan, “saya harus belajar apa” maka pertanyaan yang
harus didahulukan adalah “ingin menjadi apa setelah lulus”
b. Buatlah rencana yang bekerja untuk
kita.
Setiap orang hendaknya memiliki rencana sendiri, hal ini perlu dilakukan
sebab setiap orang perlu mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan, serta harapan
dan keingingan masing-masing
Antara kita dan impian, diibaratkan berada diantara dua sisi sungai yang
besar. Rencana adalah jembatan menuju impian.
c. Jadikan rencana anda menjadi
integritas.
Jika seseorang akan berjanji, “saya akan menjumpai ada di depan pasar jam
7 pagi” jika kita berada dipasar jam 7 pagi dan dia datang menjumpai kita maka,
integritas 100 persen. Namun saat kita menunggunya diapasar jam 7 pagi dan dia
tidak pernah datang, tidak pernah menelepon dan tidak pernah meminata maaf,
maka integritasnya 0 persen. Dalam kamus integritas artinya utuh atau lengkap
milikilah integritas untuk menepati janji dan menghargai kekuatan menepati
janji dengan tindakan. Orang yang menepati persetujuan kecil, akan menepati
persetujuan besar. Banyak orang yang memiliki rencana besar tetapi tidak
menjadi kenyataan, sebab tidak menepati persetujuan kecil mereka. Orang yang
tidak menepati persetujuan kecil adalah orang yang tidak dapat dipercaya. Jika
orang sudah tidak dipercaya dengan persetujuan kecil, orang lain tidak akan
membantu untuk mewujudkan impian besar menjadi kenyataan. Selain itu, orang
lain cendrung tidak percaya dan memiliki keyakinan kecil terhadap janji-janji
kita milikilah integritas.
Sumber :
Mulyadi. Pesan nabi bagi yang
malas. Garis Publising : Lembang. 2009

Tidak ada komentar:
Posting Komentar