Senin, 29 Juni 2015

MALAS MEMBUAT RENCANA




Menyesal 
Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi ,
Sekarang petang datang membayang,
Batang usiaku sudah tinggi.

Aku lalai dihari pagi,
Betah lengah dimasa muda,
Kini hidup meracun hati ,
Miskin ilmu, miskin harta.

Akh, apa guna kusesalkan,
Menyesal tua tiada berguna,
Hanya menambah luka sukma,

Kepada yang muda kuharapkan,
Atur barisan di hari pagi,
Menuju kearah padang bakti

Puisi diatas adalah karya A. Hasjmi tentang penyesalan dihari tua. Meskipun dibuat ditahun 40-an tampaknya masih relevan untuk dimasa kini. Isinya mengisyaratkan menyesal dihari tua akibat kesalahan mengelola waktu dan malas merencanakan hidup.
Saat seseorang akan membangun rumah, biasanya akan memanggil seseorang arsitek untuk membuat sejumlah perencanaan. Agar tidak menyesal dihari tua, rencanakanlah hidup untuk satu tujuan: sukses dan sukses dunia dan akhirat.
Diantara strategi merencanakan kesuksesan hidup, dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu :
A.      Usia 17-29 tahun, untuk membagun pondasi.
B.      Usia 30-39 tahun, untuk melejitkan karier. Pada masa ini diibaratkan menuju puncak gunung yang licin dan mendaki. Namun dengan pondasi yang kuat, pendakian dapat dilalui.
C.      40 tahun ke atas, untuk membina. Pada masa ini digunakan untuk menunjukkan kepada yang muda bahwa pilihan karier kita sangat baik. Dan generasi mudapun bisa meraih apa yang telah kita raih.
Tanpa rencana yang baik, jelas dan terarah, masa depan menjadi tidak jelas. Sebagai contoh, seorang yang pindah-pindah pekerjaan tanpa arah, disaat berusia 30 tahun masih sibuk berkutat mencari yang terbaik. Bahkan diusia separuh baya, masih membangun karier hal ini disebabkan tidak fokus membina diri dan merencanakan masa depan dengan baik. Padahal lowongan pekerjaan hampir semua dibawah umur 30 tahun.
Diatara kiat-kiat dalam membuat rencananya diantaranya adalah :
a.      Pilihan strategi keluar terlebih dahulu

Jika ada pertanyaan “Apa yang pertama-tama harus dibuat dalam merencanakan pekerjaan?” maka harus diperhatikan terlebih dahulu, “kemana ingin pergi?” atau jika ada pertanyaan, “saya harus belajar apa” maka pertanyaan yang harus didahulukan adalah “ingin menjadi apa setelah lulus”

b.      Buatlah rencana yang bekerja untuk kita.

Setiap orang hendaknya memiliki rencana sendiri, hal ini perlu dilakukan sebab setiap orang perlu mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan, serta harapan dan keingingan masing-masing

Antara kita dan impian, diibaratkan berada diantara dua sisi sungai yang besar. Rencana adalah jembatan menuju impian.

c.       Jadikan rencana anda menjadi integritas.

Jika seseorang akan berjanji, “saya akan menjumpai ada di depan pasar jam 7 pagi” jika kita berada dipasar jam 7 pagi dan dia datang menjumpai kita maka, integritas 100 persen. Namun saat kita menunggunya diapasar jam 7 pagi dan dia tidak pernah datang, tidak pernah menelepon dan tidak pernah meminata maaf, maka integritasnya 0 persen. Dalam kamus integritas artinya utuh atau lengkap milikilah integritas untuk menepati janji dan menghargai kekuatan menepati janji dengan tindakan. Orang yang menepati persetujuan kecil, akan menepati persetujuan besar. Banyak orang yang memiliki rencana besar tetapi tidak menjadi kenyataan, sebab tidak menepati persetujuan kecil mereka. Orang yang tidak menepati persetujuan kecil adalah orang yang tidak dapat dipercaya. Jika orang sudah tidak dipercaya dengan persetujuan kecil, orang lain tidak akan membantu untuk mewujudkan impian besar menjadi kenyataan. Selain itu, orang lain cendrung tidak percaya dan memiliki keyakinan kecil terhadap janji-janji kita milikilah integritas.

Sumber :
Mulyadi. Pesan nabi bagi yang malas. Garis Publising : Lembang. 2009